Belajar Dari Episode Andy Noya ‘Versus’ Sri Mulyani

108

Jakarta, CSW – Di awal bulan ini ada wawancara menarik yang menarik ditayangkan di kanal Youtube Bang Andy Noya. Kita bisa belajar banyak dari wawancara itu. Bagaimana wartawan senior sehebat Bang Andy Noya menjadi wakil masyarakat untuk mengorek keterangan dari Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani tentang gaya hidupnya.

Pasti bukan pekerjaan yang menyenangkan bagi Bang Andy. Bang Andy adalah wartawan yang selama ini memang dikenal sangat pro Jokowi. Sementara, Bu Sri Mulyani adalah seorang tokoh yang sangat diandalkan Pak Jokowi. Tapi disaat itu Bang Andy harus bersikap sebagai seorang wartawan yang dengan dingin mempertanyakan gaya hidup sang Menteri.

Belakangan, setelah wawancara itu ditayangkan, banyak serangan ditujukan kepada Bang Andy. Salah satu tuduhannya adalah dia seolah dengan sengaja ingin menyudutkan Menkeu. Dia bahkan sekarang dianggap sudah berkhianat kepada Jokowi. Dan perubahan sikapnya dianggap sebagai akibat dari posisi Bang Andy sebagai orangnya Surya Paloh.

Karena sekarang Pak Surya Paloh sudah pro Anies Baswedan dan berseberangan dengan Pak Jokowi, maka Bang Andy juga sudah bersikap serupa. Pertanyaannya:, benarkah Andy Noya memang punya agenda itu? Kami di CSW menganggap host sekaliber Bang Andy nggak akan kok, merendahkan dirinya semacam itu.

Kami menganggap apa yang dilakukan Bang Andy Noya adalah contoh terbaik tentang bagaimana seorang jurnalis bersikap. Dia menunjukkan sikap objektif, independen, dan kritis. Lebih dari itu, dia menjadi semacam juru bicara yang menyampaikan pertanyaan yang mungkin mengganggu di benak masyarakat. Wawancara dengan Bu Sri Mulyani ini jadi penting karena Kementerian Keuangan menjadi sorotan masyarakat sejak kasus Mario Dandy.

Sekarang masyarakat bisa melihat betapa mewahnya gaya hidup para pejabat di Kementerian. Bu Sri Mulyani jelas terganggu dengan kondisi itu. Sampai-sampai dia meminta klub motor gede di Dirjen Pajak dibubarkan. Karena itu wajar kalau masyarakat ingin tahu kekayaan dan gaya hidup Bu Sri sendiri. Dan itulah yang ditanyakan Bang Andy Noya.

Pertanyaannya Bang Andy Noya itu yang pertama adalah betapa kekayaan Menkeu saat ini. Ketika Bu Sri Mulyani ingin memulai jawaban dengan sejarah hidupnya, Bang Andy langsung menukas dan minta agar sang menteri langsung menjelaskan kekayaan yang dimilikinya. Bu Sri bilang dia tidak tahu persis, tapi dia bisa bicara soal property-properti yang dia dan suaminya miliki.

Dia bicara tentang bagaimana mereka membeli rumah mereka dengan cara mencicil selama 30 tahun. Juga tentang tanah warisan di Tangerang yang dimiliki suaminya. Setelah itu, baru masuk ke soal tanah di Maryland, Amerika Serikat. Bu Sri menjelaskan rumah itu dibeli dengan mencicil waktu dia menjadi direktur eksekutif IMF dengan gaji 250 ribu dolar.

Sampai sekarang utang cicil rumah di Maryland itu belum lunas terbayar. Dari gaji yang ia dapatkan di IMF dan kemudian di Bank Dunia, dia mampu menabung uang yang cukup banyak sampai bisa membeli sejumlah property di Indonesia. Tapi suasana wawancara menjadi agak tegang karena Bang Andy bertanya soal sang suami, Tonny Sumartono, yang juga memiliki motor gede.

Bu Sri Mulyani bilang bahwa itu benar, dan harga moge suaminya sekitar Rp 150 juta. Ketika itulah Bang Andy bertanya, apakah itu identik dengan kemewahan? Pertanyaan Bang Andy itu terkait dengan sikap Menkeu yang melarang pegawai dinas pajak untuk menjadi anggota klub moge dan mempertontonkannya melalui media sosial.

Dengan wajah agak kesal, Bu Sri menyatakan bahwa iya itu memang identik dengan kemewahan dan karena itu walau sang suami boleh punya moge tapi tidak boleh naik. Andy berkomentar dengan nada bercanda:, Wah menderita sekali ya menjadi suami Anda?” Kelihatan tuh Bu Sri semakin kesal.

Dia bilang, “Kayaknya semenjak kita menikah dari tahun 1988, dia happy-happy aja. Dia tahu banget konsekuensi menjadi suami seorang Sri Mulyani,” Dia kemudian bilang, perasaan suaminya bukan konsumsi publik yang bisa diperdebatkan. “Jadi jangan diputer lagi masalah suami saya happy atau enggak happy,” ujarnya. Bu Sri Mulyani kemudian seperti sadar bahwa suaranya meninggi, tapi dia bilang itu terjadi karena dia meresa pembicaraan jadinya ke mana-mana.

Yang juga bikin kesal Bu Sri Mulyani, adalah ketika Andy bertanya, mengapa harus membeli moge? Kata Bang Andy, mengapa tidak tenang saja baca buku di rumah dan nyeruput kopi. Merasa disindir, Bu Sri menjawab dengan nada tinggi karena ia merasa Bang Andy mengajukan pertanyaan yang berputar-putar.

“Yang mau ditanyakan mas Andy sebetulnya apa? Apakah saya mempertontonkan gaya hidup semacam itu, ya enggaklah mas,” ujar Bu Sri. Dia kemudian menjelaskan bahwa sebenarnya meminta para pegawai tidak mempertontonkan gaya hidup mereka karena saat ini masyarakat sedang skeptis. Menurutnya, saat ini prioritasnya adalah mengembalikan kepercayaan public terhadap institusi keuangan di Indonesia.

Jangan sampai karena ada satu kasus, kredibilitas institusi ini terganggu. Bang Andy buru-buru menjelaskan pertanyaan itu diajukan karena ada banyak banget pihak yang berusaha merusak kredibilitas Kemenkeu lewat kasus-kasus mutakhir ini. “Momen huru hara ini dimanfaatkan banyak pihak yang selama ini memang tidak suka dengan Menkeu,” ujar Bang Andy. “Jadi Anda tidak boleh marah dengan saya.”

“Enggak, aku enggak marah.” Jawab Bu Sri. “Tapi suara saya tinggi ya? Perlu saya turunkan?”. “Sedikitlah,” ujar Bang Andy lagi. “Gak perlu emosi.” Itu adalah sebagian dari cuplikan wawancaranya. Masih banyak bagian lain yang menarik. Tapi itu aja sudah cukup untuk menjelaskan ketegangan yang terasa dalam wawancara itu.

Seperti yang tadi dikatakan, Bang Andy Noya lantas diserang terutama oleh pendukung Pak Jokowi dan pengagum Bu Sri Mulyani. Tapi agaknya kritik terhadap Bang Andy berlebihan. Pertanyaan-pertanyaan Bang Andy itu valid dan justru baik untuk meningkatkan kredibilitas Bu Sri Mulyani. Penjelasan Bu Sri soal rumah di Maryland itu juga sangat clear.

Kekayaan Menkeu bersama suaminya juga jelas datangnya dari mana. Dan Bu Sri konsisten sikapnya soal kepemilikan barang mewah juga terpapar jelas. Bang Andy bahkan merasa perlu tampil di kanal medcom.id beberapa hari lalu untuk menjelaskan wawancara yang fenomenal itu.

Dan penjelasannya sangat clear kok. bahwa dia justru memberi kesempatan pada Bu Sri Mulyani menjawab omongan-omongan miring tentangnya kepada publik. Bang Andy menyatakan ia percaya kepada Bu Sri Mulyani sebagai menteri yang sangat bisa dipercaya, punya integritas, dan punya kapasitas.

Bang Andy bahkan menitip pesan bahwa dia berharap siapapun yang jadi presiden pada 2024, akan tetap mempertahankan nama Sri Mulyani sebagai Menteri keuangan. Bang Andy Noya keren. Bu Sri Mulyani keren.