Green Peace Batal Bikin Aksi di KTT G20 Bali

39

Jakarta, CSW – Ada kabar LSM Greenpeace Indonesia batal bikin kampanye di Bali pada saat Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 tanggal 15 November besok. Itu adalah keputusan bijaksana.

kalo Greenpeace maksain kehendak, sangat mungkin terjadi konflik horizontal yang bisa memakan korban. awalnya Greenpeace mengirim tim sepeda yang membawa nama Chasing the Shadow, sebuah kampanye tentang perubahan iklim.

Tim pesepeda konvoi dari Jakarta, sampai Bali. Di setiap kota, mereka berkampanye memperingatkan tentang perubahan iklim akibat penggunaan bahan bakar fosil terhadap kehidupan masyarakat.

Tapi belum sampai ke Bali, Greenpeace menarik tim sepeda karena mereka mengklaim diancam dan diintimidasi. Mereka bilang, risiko dan ancaman fisiknya terlalu besar kalau tim sepeda terus lanjut ke Bali.

Greenpeace juga menganggap penghadangan mereka itu dilakukan bukan sebagai reaksi spontan masyarakat. Mereka bilang, ada indikasi proses yang sistematis. Tim sepeda Greenpeace memang sempat diusir oleh sekelompok masyarakat waktu beristirahat dan akan menginap di di Probolinggo, Jawa Timur.

Mereka mengaku dipaksa untuk membuat pernyataan bahwa mereka nggak akan berkampanye sebelum KTT G20 berakhir. Dalam surat itu dikatakan bahwa Greenpeace tidak akan melakukan kampanye dalam bentuk apapun selama pelaksanaan G20 di Bali.

Bila kampanye tetap dilakukan, Greenpeace siap untuk menanggung konsekuensi yang diberikan. Para pengusir menyebut diri mereka LSM Tapal Kuda Nusantara. Seperti yang diberitakan detik.com, Ketua TKN Eko Prasetyo menyatakan mereka meminta Greenpeace meninggalkan Probolinggo untuk menjaga situasi kondusif menjelang KTT G20 di Bali.

“Kami cinta NKRI, dan karena itu kami meminta GreenPeace meninggalkan Probolinggo,” katanya. Para anggota TKN bahkan mengantar tim Greenpeace sampai di perbatasan jalan tol Laweyan dan meninggalkan Probolinggo.

Sebelum pengusiran di Probolinggo, Greenpeace bilang mengalami sejumlah teror dan intimidasi sepanjang perjalanan mereka. Di Gresik, sempat ada kabar pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Anshor menolak kehadiran tim Greenpeace.

Hanya saja, belakangan, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur, Syafiq Syauqi membantah hal itu. Syafiq menyatakan GP Ansor tidak dalam kapasitas melarang atau menolak perseorangan ataupun organisasi untuk masuk atau keluar Bali. ( situs Ansorjatim.or.id,)

Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak juga bercerita bahwa tim pesepeda mereka sudah diintimidasi sejak di Semarang. (media online tajuk24.com). Dia bilang sejumlah anggota polisi mendatangi tim Greenpeace yang sedang on air di sebuah stasiun radio di Semarang waktu itu.

Mereka menanyakan aksi Greenpeace di Simpang Lima, Semarang, padahal nggak ada rencana menggelar aksi di sana. Di Semarang Greenpeace menggelar pameran foto, diskusi, dan pertunjukan music.

Kampanye Chasing the Shadow berisi protes Greenpeace tentang perubahan iklim yang mengancam sejumlah kota di Indonesia. Isu perubahan iklim memang akan menjadi salah satu topic yang dibahas di KTT G-20 yang akan digelar 15-16 November besok.

Menurut Greenpeace, meskipun batal ke Bali, mereka tetap akan menyuarakan isu perubahan iklim dan peralihan energi fosil ke energi bersih kepada pemimpin G20 yang datang ke Bali.

Selain itu, mereka juga akan menyampaikan pentingnya ruang-ruang demokrasi dalam percepatan transisi energi. Pilihan Greenpeace untuk membatalkan kunjungan ke Bali adalah langkah yang bijaksana.

KTT G20 adalah sebuah pertemuan tingkat tinggi yang membawa reputasi Indonesia di dunia internasional. Acara sepenting itu juga rentan menjadi objek serangan dari kelompok-kelompok teroris yang masih hidup dan berkembang di Indonesia.

Ada banyak pihak yang ingin agar acara ini nggak berlangsung sukses. Karena itu, aparat keamanan Indonesia harus bekerja ekstra hati-hati. Tapi di sisi lain aparat keamanan juga tidak bisa begitu saja membubarkan aksi Greenpeace bila tim sepeda itu bisa sampai ke Bali.

Bila itu dilakukan di saat mata dunia mengamati Bali, Indonesia akan dituduh tidak menghargai demokrasi dan Hak Asasi manusia. Sebaliknya, organisasi seperti TKN tidak bisa begitu saja dituduh sebagai kelompok bayaran pemerintah.

Sangat mungkin mereka memang tidak ingin citra positif Indonesia tercederai oleh kehadiran aksi Chasing the Shadows itu. Jadi kalau Greenpeace berkeras untuk tetap beraksi di Bali, sangat mungkin terjadi bentrok antar kelompok masyarakat.

Karena itu, marilah kita hargai langkah Greenpeace. Greenpeace tentu berhak menyuarakan kampanye lingkungan mereka kalian. Tapi lakukanlah di lain hari di lain tempat, jangan pas ada KTT G20 di Bali.