Arawinda, Tuduhan Perselingkuhan, Dan Kekuatan Netizen

29

Jakarta, PIS – Kali ini saya akan mengangkat kasus Arawinda Kirana. Mungkin udah pada dengar ya bagaimana Arawinda menjadi korban cancel culture. Cancel cuture adalah sebuah istilah tentang hukuman yang dilakukan masyarakat terhadap seseorang yang dianggap bersalah dengan cara memboikotnya.

Ini sih sebuah hal yang lazim dilakukan netizen di masa digital ini. Anyway, saya nggak sedang berpihak sama Arawinda ya. Tapi saya menganggap siapapun itu, setiap orang layak diperlakukan dengan adil.

Perlu ada sikap ‘dugaan tak bersalah’ sampai kesalahan itu memang dibuktikan. Sebelumnya saya cerita dulu ya siapa Arawinda itu. Dia adalah bintang film muda yang diperkirakan akan punya karier yang cemerlang.

Dia cantik, pinter berakting, dan orangnya serius. Dia terjun ke dunia entertainment pada 2019, di bawah naungan manajemen Kite Entertainment. Sanking seriusnya, dia sempat belajar pendidikan penulisan skenario di Akademi Film New York selama 4 bulan.

Sepulang ke Indonesia, dia masuk ke program studi Televisi dan Film di Institut Kesenian Jakarta. Pada 2021, dia menjadi Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia, untuk film Yuni.

Di tahun yang sama, dengan film yang sama dia memenangkan gelar Aktris Terbaik di Red Sea International Film Festival. Film Yuni itu sendiri bicara soal ketidakadilan nasib perempuan Indonesia.

Jadi dia adalah bintang muda yang berkibar. Tapi kemudian tersiar kabar buruk tentang dia. Ini dimulai oleh tweet seorang ibu bernama Amanda Zahra. Melalui tweetnya, dia cerita dia diselingkuhi suaminya, Guiddo Ilyas.

Dia tidak menyebut nama perempuan yang dituduh merebut suaminya itu. Tapi yang jelas, perempuan yang memacari suaminya adalah bintang muda terkenal. Amanda mengaku stress dan khawatir ini akan berdampak pada anaknya yang baru berusia 8 bulan.

Amanda bercerita bagaimana akibat tekanan itu, sampai air susunya nggak bisa keluar. Dia cuma bisa menangis sepanjang hari. Dia juga merasa bersalah karena harus berteriak-teriak ke suaminya, di depan si kecil.

Amanda ngerasa nggak mampu merawat anaknya dalam dua bulan terakhir. Di juga sedih karena nggak bisa memberikan keluarga yang penuh kasih sama anaknya. Dengan menuliskannya di Twitter, dia berharap suaminya dan perempuan itu bisa membacanya.

Dengan segera twitter itu menarik perhatian netizen. Dan dengan segera pula orang tahu perempuan yang dimaksud adalah Arawinda. Cuitan inipun masuk ke dalam daftar trending topic Twitter Indonesia.

Mambaca penderitaan itu, warga internet pun berpihak pada Amanda. Netizen menuduh Arawinda sebagai pelakor, perebut suami orang. Berbagai versi kisah perselingkuhan Arawinda dan Guiddo berkembang.

Bahkan ada yang bilang Arawinda berulang kali nginep di rumah Guiddo saat Amanda nggak ada di rumah. Arawinda sama sekali nggak merespons, sementara Amanda terus menerus memberikan sindiran di media sosialnya.

Entah kebetulan atau tidak, keramaian ini kejadian persis sebelum film terbaru Arawinda, ‘Like & Share’ beredar. Film yang memuat pendidikan seks bagi remaja yang tayang pada 8 Desember 2022.

Netizen pun ramai-ramai menyerukan boikot film Like & Share. Ini yang mungkin menyebabkan pada akhir November, agensi Arawinda, KITE Entertainment mengeluarkan siaran pers.

KITE menjelaskan, Arawinda adalah korban manipulasi dari Guiddo. Arawinda disebut-sebut pertama kali bertemu dengan Guiddo di Gym pada bulan April 2022 lalu. Keduanya semula hanya tukar informasi soal kesehatan, mengingat Guiddo adalah ahli nutrisi.

Tapi ketika mereka semakin dekat, Guiddo mulai curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Ia mengaku mengalami KDRT, begitu juga bayinya. Guiddo mengaku sudah satu bulan berpisah dengan Amanda, dan bersepakat melakukan open relationship.

Mendengar itu, Arawinda pun jatuh kasihan dan menjadi teman curhat Guiddo. KITE menyangkal bahwa Arawinda adalah perebut suami orang. Mereka menegaskan bahwa artisnya tidak ingin mencuri atau merebut suami orang.

Mereka juga mengatakan bahwa Guiddo-lah yang berbohong dan problematik. Mereka menyebut cerita-cerita yang beredar di media sosial nggak jelas asalnya. KITE juga menyatakan bahwa Arawinda berisiniatif mengakhiri hubungannya setelah tahu akan menimbulkan keretakan keluarga.

Menurut KITE, hubungan keduanya nggak terlalu jauh, hanya sampai tahap saling curhat. KITE menjelaskan, Guiddo sudah mengakui bahwa yang berusaha mendekati adalah Guiddo, bukan Arawinda.

KITE sampai membuka chat yang ada dalam smartphone Arawinda. Salah satunya adalah chat Arawinda yang mengatakan bahwa dia akan selalu mendukung keluarga Guiddo. Bahkan, KITE Entertainment menegaskan bahwa Arawindalah yang meminta untuk mengakhiri hubungan.

KITE menunjukkan cara chat Guiddo terakhir yang menyatakan dia sulit untuk move on. Tulis Guiddo: This will be my last text to you. I Feel my heart won’t ever move on from you.

Dikatakan pula, hubungan keduanya berakhir pada 25 Mei 2022. Amanda sendiri sudah meminta cerai dari Guiddo. Tapi klarifikasi ini sama sekali tidak meredakan kemarahan netizen.

KITE dianggap mengarang bebas, tidak punya itikad baik untuk meminta maaf. Agensi itu juga dianggap nggak berempati pada nasib Amanda dan anaknya. Bahkan ibu dari Amanda juga turun tangan.

Dia mengecam Chicco Jerikho yang adalah pemilik KITE. Ibu Amanda bahkan meminta Chicco dan agensi untuk tidak menghancurkan hidup anak perempuannya itu dengan cara-cara yang kotor.

Film Like & Share sendiri akhirnya diluncurkan pada pertengahan Desember. Tapi nampaknya tidak meledak. Padahal film ini sebenernya semacam film pendidikan seksual bagi remaja.

Film ini juga becerita tentang kekerasan seksual yang banyak dialami remaja Indonesia. Sutradara Gina S. Noer bahkan menganggap film ini diharapkan bisa mencegah naiknya angka korban kekerasan seksual di Indonesia.

Tanggal penayangan film ini juga sengaja disesuaikan dengan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Tapi akibat kasus tuduhan perselingkuhan, banyak penggemar Arawinda yang memilih tidak menontonnya.

Kasus ini merupakan contoh tentang kekuatan netizen melakukan apa yang disebut sebagai ‘cancel culture’. Saya sendiri nggak berpihak pada siapa-siapa. Saya tidak punya cukup informasi yang menunjukkan cerita versi mana yang lebih benar.

Bila perselingkuhan memang terjadi dan membuat sang istri menderita, tentu layak dikecam. Apalagi kalau sampai tidur bersama. Namun memang kita juga harus adil untuk mengatakan, mungkin saja apa yang dijelaskan KITE juga benar.

Dan kalau itu benar, penghakiman oleh netizen mungkin berlebihan. Kita doakan saja agar Amanda dan sang bayi bisa kembali bahagia, dan Arawinda bisa melanjutkan kariernya.