Arti Penting PON XX dan Civil Society di Papua

245
foto dok. CNNIndoensia

Jakarta, CSW – Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, berlangsung meriah, megah, dan membanggakan. Acara yang disiarkan langsung itu mendapat banyak respons positif. Tampaknya, tampilan acara itu jauh melampaui ekspektasi banyak orang.

PON XX yang dijadwalkan akan berlangsung pada 2 – 15 Oktober 2021 adalah PON kedua yang diadakan di kawasan Indonesia Timur, sesudah PON IV pada 1957 di Makassar (zaman Presiden Sukarno).

Selama ini, PON lebih banyak diselenggarakan di kota-kota kawasan Indonesia barat. Jadi PON XX ini adalah sebuah sejarah tersendiri, terutama bagi warga Papua dan mereka yang tinggal di kawasan Indonesia timur.

Namun, PON XX sebetulnya lebih dari sekadar ajang pertandingan olahraga tingkat nasional, yang diselenggarakan secara berkala. Ada beberapa makna penting di balik penyelenggaraan PON XX di Papua.

Pertama, penyelenggaraan PON XX menjadi penanda yang jelas untuk masyarakat dunia bahwa Indonesia sudah mulai pulih dari krisis pandemi Covid-19. Jadi PON XX merupakan simbol dan momen kebangkitan, bukan cuma untuk warga di Papua, tetapi juga untuk nasional Indonesia.

Kedua, pemilihan PON XX diadakan di Papua merupakan bukti kepercayaan besar pemerintah Jokowi kepada kemampuan rakyat Papua, sebagai bagian penting dari bangsa Indonesia. Dan ternyata, pemberian kepercayaan ini terbukti tidak keliru. Rakyat Papua secara jelas menunjukkan, mampu menyelenggarakan event besar seperti PON XX.

Keseriusan dan Komitmen Pemerintah

Ketiga, pemilihan lokasi PON XX di Papua diiringi dengan pembangunan fasilitas olahraga dan infrastruktur lainnya secara masif di Papua. Hal ini bertujuan menggarisbawahi perhatian, keseriusan, dan komitmen pemerintah Indonesia, untuk membangun kawasan Papua khususnya dan kawasan Indonesia timur umumnya. Berbagai fasilitas olahraga dengan standar internasional di bumi Papua merupakan wujud komitmen dan keseriusan itu.

Selain persiapan dari segi keamanan dan kesehatan, pemerintah telah mengupayakan pengadaan fasilitas akomodasi yang mumpuni untuk penyelenggaraan PON XX. Hal ini akan berdampak baik, terutama untuk jangka panjangnya. Berbagai infrastruktur yang memadai itu akan sangat bermanfaat untuk membangun ekonomi Papua, jika dirawat dengan baik ke depannya.

Keempat, PON XX merupakan momen persatuan dan persaudaraan antara warga Papua dan seluruh warga Indonesia lainnya di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita bisa melihat ekspresi tulus dan bahagia dari warga Papua, yang terbangkit rasa harga dirinya dan bangga menjadi bagian dari NKRI. Kebanggaan dan harga diri ini sangat penting.

Kelima, pelaksanaan PON XX yang sukses juga akan meredam aksi-aksi kelompok separatis bersenjata dan para “petualang politik,” yang sedang giat berkampanye negatif untuk merusak kredibilitas pemerintah Indonesia. Ini termasuk pihak-pihak tertentu di luar dan dalam negeri, yang memainkan isu ketidakamanan Papua untuk kepentingan dan tujuan-tujuan politiknya.

Sebelumnya, sempat ada kekhawatiran tentang keamanan pelaksanaan PON XX. Belakangan ini memang situasi Papua diganggu oleh serangan beruntun dari kelompok kriminal bersenjata (KKB), yang mengganggu permukiman warga. Tidak sedikit warga yang tewas karena aksi KKB. KKB sempat menyerang Pos Koramil Kisor Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, dan menewaskan 4 prajurit TNI beberapa waktu lalu.

Namun, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, merasa optimis PON XX akan berjalan baik, tanpa gangguan keamanan. Hal ini karena aksi-aksi KKB, yang berkampanye lewat kekerasan dan mencari perhatian dunia, terjadi di daerah pegunungan yang jaraknya sangat jauh, ratusan kilometer dari lokasi penyelenggaraan PON.

Keakraban yang Tulus

Pemerintah berupaya menciptakan rasa aman dan damai dalam pelaksanaan PON XX di Papua. Bahkan lebih dari itu, pemerintah Jokowi berusaha menghilangkan stigma Papua sebagai wilayah yang terasingkan, dengan memberikan kepercayaan penuh kepada Papua dalam penyelenggaraan pesta olahraga ini. Upaya itu cukup berhasil.

Dalam kunjungannya ke Papua terkait pelaksanaan PON XX, Presiden Jokowi secara langsung juga menunjukkan kekuatan modal sosialnya. Ini terlihat ketika dia berinteraksi secara langsung dan bertegur sapa dengan warga Papua. Ada keakraban yang tulus antara Jokowi dengan rakyat bawah Papua.

Momen PON XX dijadikan Jokowi sebagai sarana untuk memperkuat hubungan personal dan silaturahmi dari hati-ke-hati dengan rakyat Papua. Hal ini merupakan sarana krusial untuk mengukuhkan keberadaan Papua, sebagai bagian yang sah dan bermartabat dari NKRI.

Lalu, apa hubungan semua ini dengan civil society di Papua? Civil society yang mencakup ulama/rohaniwan/gereja, LSM, media, akademisi, aktivis sosial, dan sebagainya, adalah elemen penting untuk membangun Papua. Peran mereka sangat besar.

Civil society perlu memanfaatkan momen persatuan, persaudaraan, dan kebangkitan, yang tercipta lewat sarana PON XX, untuk mendorong kemajuan Papua dan rakyatnya. Juga, membangkitkan spirit keindonesiaan mereka.

Misalnya, berbagai fasilitas olahraga berstandar internasional, yang diwariskan oleh penyelenggaraan PON XX, harus bisa dimanfaatkan untuk memberi saluran kegiatan yang positif untuk kaum muda Papua. Mereka bisa mengukir prestasi yang membanggakan dan memperoleh martabatnya lewat berbagai aktivitas positif itu.

Jadi, PON XX sekali lagi bukanlah sekadar event olahraga biasa. Namun, lewat momen olahraga ini, civil society diberi peluang untuk ikut memperkuat keberadaan, kesejahteraan, dan kemajuan Papua, dalam wadah persaudaraan bangsa Indonesia. (dela/rio)