KPI BERBUAT ZALIM TERHADAP KORBAN PELECEHAN SEKSUAL

319
foto dok. Pikiran Rakyat

Jakarta, CSW – Publik tampak geram dengan sikap Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI. KPI terlihat bersikap tak adil terhadap korban pelecehan seksual. Di satu sisi, KPI terlihat getol membela Saipul Jamil pelaku pelecehan seksual. Di sisi lain, KPI terlihat lamban dan tidak peduli dengan pegawainya MS, yang jadi korban pelecehan seksual di lembaga tersebut oleh pegawai lainnya.

Bahkan yang lebih miris lagi, MS mendapat intimidasi untuk meneken surat damai, dan tidak melanjutkan proses hukum kasus pelecehan seksual yang tengah bergulir. Surat damai itu berisi poin yang sangat tidak adil. Salah satunya, MS harus mengakui tidak pernah ada pelecehan seksual di kantor KPI.

Ketua tim kuasa hukum MS, Mehbob mengatakan, surat damai itu disodorkan oleh para terduga pelaku, dalam pertemuan yang dilakukan di kantor KPI, Rabu, 8 September 2021.

Kata Mehbob, pertemuan itu justru difasilitasi oleh pihak KPI. Hari itu, tiba-tiba kliennya mendapat telepon dari salah satu komisioner KPI. MS diminta datang ke kantor KPI tanpa didampingi pengacara.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI), melalui juru bicaranya Dara Nasution, melontarkan kritik keras atas tindakan KPI itu. Dara menuntut pemerintah dan DPR RI untuk membubarkan KPI.

“Kalau mengawal kasus di internal saja tidak mampu, berarti KPI sudah kehilangan legitimasi untuk mengurusi moral bangsa. Sudah tidak ada gunanya. Sebaiknya KPI bubar saja,” sambungnya.

Akhir-akhir ini Ketua KPI Agung Suprio terlihat sibuk membersihkan citra lembaganya yang tercoreng. Ia tampil di beberapa acara yang ditayangkan di Youtube.

Penampilan pertama di kanal Youtube Uya Kuya TV pada Rabu, 8 September 2021. Topik yang dibicarakan di acara tersebut tentang pelecehan seksual, yang menimpa pegawai KPI berinisial MS.

Agung terlihat mendramatisir reaksinya terhadap korban. Ia bahkan rela dihipnotis untuk menguatkan hal itu. Padahal faktanya, sejak awal kasus ini terjadi, korban mengaku telah mengadu ke atasannya, namun tidak ditanggapi.

Publik mengecam keras sikap KPI yang lamban dan tidak melindungi pegawainya itu. Ditambah lagi, dengan kecenderungannya yang berpihak pada Saipul Jamil, Ketua KPI didesak untuk mundur.

Menanggapi hal itu, Agung berdalih terus mengawal kasus tersebut dan meminta publik sabar.

“Gue sedih banget (diminta mundur dari jabatan),” ujar Agung di acara Uya Kuya TV.

Penampilan kedua, Ketua KPI hadir di kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Kamis, 9 September 2021. Topik yang dibicarakan di acara itu tentang glorifikasi Saiful Jamil ketika bebas dari penjara.

Agung Suprio mengatakan, KPI tidak bermaksud untuk mengusik mata pencaharian Saipul Jamil.

“Toh dia boleh tampil, bukan nggak boleh tampil sama sekali, bro. Boleh tampil, tapi dalam konteks edukasi,” kata Agung Suprio.

Menanggapi hal itu, Kadivwasmonev Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menilai, masih banyak yang lebih layak untuk memberikan informasi kepada anak soal kejahatan seksual, ketimbang memberikan ruang ke pelaku pedofilia.

“Bagaimana media memperhatikan safechild guarding, misalnya, dan etika bekerja dengan anak dan siapa yang bisa bekerja dengan anak,” kata Jasra.

Acara ketua KPI selanjutnya di Mata Najwa, namun Ketua KPI justru ‘kabur’ dari acara yang dipandu oleh Najwa Shihab itu. Hal itu disampaikan Najwa Shihab dalam unggahan di akun media sosial pribadinya pada Kamis, 9 September 2021.

“Ketua KPI tadi malam sudah hadir di studio Mata Najwa, bahkan sudah siap naik panggung,” ujarnya.

Najwa Shihab mengungkapkan bahwa Agung Suprio tiba-tiba ‘balik kanan’ dan menolak untuk berdialog. Dia ‘kabur’ pada saat pengacara MS, korban perundungan dan pelecehan seksual di KPI, sedang berbicara.

Publik menganggap manuver KPI itu justru memalukan. Mereka merasa geram dan mengecamnya.

Salah seorang komedian bernama Bintang Emon memberikan komentar sinis dalam sebuah video pada postingan feed Instagramnya, Jumat, 10 September 2021. Awalnya, ia mengaku tak ingin ikut mencela KPI, yang belakangan ini menjadi perbincangan karena kontroversi. Ia berusaha mencari prestasi KPI di halaman Google.

Namun setelah mengetikkan kata kunci ‘prestasi KPI,’ Bintang tak menemukan apa-apa. Terkait fakta itupun ia kemudian tertawa terbahak-bahak, karena ternyata KPI tak memiliki prestasi apa-apa dalam catatan Google.

“Gue gak mau komentar jahat soal KPI, gue pengen bela KPI. Akhirnya gue carilah prestasinya di Google. Gak ada… (sambil tertawa terbahak-bahak), gak ada! Google, jendela dunia, lu nyari apa aja di situ ada,” kelakar Bintang.

KPI telah berbuat zalim terhadap korban pelecehan seksual. Padahal mestinya lembaga ini mengayomi masyarakat, bukan mengayomi pelaku kejahatan seksual. ***