Rizka Putri Abner: HEBATNYA KETUA RT YANG BERANI MENERTIBKAN RUKO PLUIT I CSW

115

Jakarta, CSW – Kekuatan netizen kembali terbukti. Gara-gara dukungan mereka, deretan ruko yang menyerobot bahu jalan dan fasilitas aliran air selama bertahun-tahun di Kawasan Pluit, Jakarta Utara, bisa ditertibkan.

Penertiban itu memang dilakukan pemprov Jakarta Utara. Tapi pihak yang dianggap jadi pahlawan adalah Riang Prasetya. Dia ngotot menertibkan 22 ruko yang mengganggu fasilitas umum di Jalan Niaga, Pluit, Penjaringan Jakarta Utara.

Dia terus meminta para pemilik ruko menertibkan bangunannya walau dia diintimidasi. Dia didemo, dimaki-maki, kantornya digeruduk puluhan orang. Tapi dia maju terus. Perjuangan Riang menjadi terkenal gara-gara ada netizen yang ngrekam video dia adu mulut pada 12 Mei lalu.

Di video itu terlihat dia cekcok dengan seorang pemilik ruko. Riang terlihat berusaha menjelaskan bahwa bangunan ruko telah melewati batas wajar sehingga menutup saluran air got dan memakan bahu jalan.

Pemilik ruko berkeras bahwa Riang nggak berhak mempermasalahkan soal izin bangunan. Pemilik ruko menganggap soal pembangunan jalan ini urusan pemerintah provinsi. Sementara Riang justru meminta si pengusaha taat hukum karena Indonesia adalah negara hukum.

Dia juga bilang saluran got yang tertutup itu adalah milik umum. Perdebatan berlangsung cukup panas dan dengan nada suara yang cukup tinggi. Si pengusaha marah karena Riang melaporkan ruko miliknya kepada pemerintah.

Menurutnya, selama ini sudah bertahun-tahun ia memiliki ruko di sana, tanpa gangguan. Inisiatif Riang dikuatirkan akan mematikan bisnisnya. Apa yang dilakukan Riang mendapat dukungan dari para netizen yang menganggap praktek-praktek semacam itu memang sering terjadi di Jakarta.

Riang dipuji karena berani menegakkan aturan dan viral di media sosial. Bahkan sampai ada netizen yang ngusulin Riang menjadi calon gubernur DKI. Riang sendiri mengaku masalah itu sudah dia laporkan ke Pemprov DKI sejak 2019.

Tapi di masa Gubernur Anies Baswedan, tidak ada perkembangan memuaskan. Dia sudah tiga kali rapat di kelurahan dan satu kali rapat di kecamatan. tapi setelah itu tidak ada tindak lanjut.

Menurut Riang, rapat-rapat itu terkesan cuma seremonial dan basa-basi saja. Tapi Riang nggak putus asa. Waktu di Jakarta ada pejabat Gubernur Baru, ia kembali berinisiatif menyampaikan pengaduan.

Pada Januari 2023, ia ngasih surat ke PJ Gubernur DKI Heru Budi Hartono. Laporannya segera direspons Gubernur dan sudah dua kali diundang rapat bersama Heru Budi melalui zoom.

Heru Budi pun memerintahkan Wali Kota Jakarta Utara untuk menindaklanjutinya. Nggak lama kemudian datang petugas ke kawasan ruko itu untuk mempelajari pelanggaran yang terjadi, mengukur bahu jalan, mengukur saluran air .

Barulah setelah itu terjadi aksi penertiban. Pemkot mengirimkan surat kepada para pemilik ruko untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Dan dikasi waktu sampai 23 Mei. Tapi karena tidak ada tanda-tanda 22 ruko itu akan membongkar secara mandiri, bongkar paksa pun dilakukan.

Pada 24 Mei lalu ratusan petugas gabungan membongkar ruas bangunan ruko yang menutupi fasum. Petugas gabungan terdiri dari petugas Pemkot Jakarta Utara, POLRI dan bahkan TNI.

Ada sekitar 200 petugas diturunkan. Gara-gara penertiban ini Riang jadi sasaran kemarahan. Pada saat penertiban berlngsung demonstrasi oleh karyawan dan penyewa ruko.

Demikian pula ada pemrotes yang menyebut diri mereka UMKM. Selain menolak penertiban, mereka juga minta Riang turun dari jabatannya. Tapi protes itu nggak mengendurkan niat Riang.

Dia bilang, dia percaya aksi protes itu sebenarnya dilakukan orang-orang yang datang dari luar lingkungannya. Dia menyebut mayoritas dari warga yang protes itu adalah penyusup. Lucunya, ada dua wakil rakyat dari PDIP, Darmadi Durianto dan Gani Suwondo Lie yang cawe-cawe membela pemilik ruko.

Mereka datang ke lokasi, tapi nggak ketemu Riang. Mereka hanya menemui para pemilik ruko. Sesudah pertemuan, Gani menuduh tindakan pemprov itu terburu-buru, tanpa survei lapangan, tanpa analisa.

Dia juga bilang pembongkaran itu berdampak buruk bagi para pelaku UMKM. Para pedagang, kata Gani, mengeluh nggak bisa mencari nafkah. Karena itulah Gani menyesalkan pembongkaran itu.

Politikus PDIP juga mempertanyakan mengapa baru sekarang keberadaan ruko dipersoalkan. Padahal, bangunannya sudah berdiri selama puluhan tahun.
Riang membantah bahwa pembongkaran dilakukan dengan semena-mena.

Protes sudah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Pemprov juga sudah memberi peringatan kepada pemilik ruko tapi diabaikan. Dia bilag kasus itu murni pelanggaran fasilitas saluiran air dan bahu jalan.

Dia minta para anggota PDIP itu tidak mempolitisasi keadaan. Riang juga mengritik kedua anggota dewan itu yang bahkan datang tanpa merasa perlu bertemu dengan Ketua RT. Di sisi lain, ada pula semua anggota DPR mendukung para pemilik ruko.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni membela Riang. Dia bahkan meminta Riang tak gentar. “Pak RT jangan takut,” tulis Ahmad di twitternya. Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian juga sudah menemui Riang untuk menunjukkan dukungannya.

Justin meminta Pejabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk bertindak tegas. Anggota Fraksi PSI di Jakarta yang lain, William Adiyta Sarana, bahkan berharap pembongkaran di Pluit ini bisa menjadi momentum bagi Pemprov DKI untuk melakukan penertiban yang sama di seluruh Kawasan Jakarta.

Apa yang dilakukan Riang ini memang luar biasa. Walaupun sendirian, dengan gigih ia berusaha melindungi fasilitas yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Dan dukungan netizen juga turut mendorong keberanian pemerintah untuk melakukan penegakan hukum yang memang dibutuhkan warga.