Siapa di Belakang Aksi WALHI Memboikot Industri Nikel?

22

Jakarta, CSW – Warga Indonesia tampaknya harus mengecam apa yang dilakukan Wahana Lingkungan Hidup atau WALHI. Apa yang mereka lakukan akan mengancam masa depan kesejahteraan rakyat Indonesia.

WALHI, bersama puluhan LSM lainnya, berkirim surat kepada Elon Musk, orang terkaya di dunia yang mengembangkan perusahaan mobil listrik Tesla. Grup LSM ini mendesak Elon untuk tidak berinvestasi di industri nikel Indonesia.

Tidak jelas juga nama-nama puluhan LSM itu. Tapi yang paling keras bersuara adalah WALHI . Selain itu ada satu LSM Amerika Serikat, Friends of the Earth. Surat itu dikirim sebagai respons terhadap pertemuan Presiden Jokowi dengan Elon di Texas pada Mei 2022.

Elon tertarik berinvestasi di Indonesia. Sampai sekarang kita belum tahu apa rencana investasi Elon. Tampaknya bukan untuk buka pabrik mobil listrik Tesla. Elon mungkin tertarik berinvestasi di penambangan nikel yang merupakan komponen penting dalam industri mobil listrik.

Atau juga dalam pengembangan baterai mobil listrik dan dalam pengembangan apa yang disebut ESS atau alat penyimpanan energy listrik. Apapun bentuknya, investasi Elon akan menjadi faktor penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia kedepan.

Kebutuhan akan nikel dan mobil listrik akan terus tumbuh pesat di masa depan. Keberhasilan Indonesia di bidang ini akan membawa dampak luar biasa bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Jadi kalau sekarang WALHI justru menekan Elon untuk tidak berinvestasi dalam industri nikel Indonesia, itu perlu kita kecam sama-sama. Menurut media, ada empat alasan WALHI meminta agar Elon tidak berinvestasi di Indonesia.

Alasan utama adalah meningkatnya kerusakan lingkungan. Menurut WALHI, penambangan nikel akan melibatkan pembuangan limbah pertambangan ke sungai, danau dan laut. WALHI juga menyebut penambangan nikel akan mengakibatkan deforestasi

Kedua, banyaknya kriminalisasi kepada warga yang menolak tambang. Ketiga, munculnya beban tambahan perempuan akibat tambang. Keempat, adanya pelanggaran hukum dalam beberapa kasus pertambangan.

WALHI bahkan menyatakan jika Pemerintah tetap memberikan izin pada Tesla untuk berinvestasi di Indonesia, Walhi akan mengambil langkah hukum. Lebih dari itu, WALHI juga meminta agar konsumen memboikot produk-produk industri nikel.

Silahkan Anda nilai alasan-alasan WALHI. Harus ditekankan Tesla belum berinvestasi di Indonesia. Jadi bila WALHI benar-benar peduli pada lingkungan hidup, yang harus diminta adalah agar Tesla dalam operasinya nanti patuh pada standard perlindungan lingkungan yang tinggi.

Saat ini penambangan nikel misalnya, sudah dapat ditemukan di sejumlah wilayah, seperti Halmahera Timur di Maluku Utara, Morowali di Sulawesi Tengah, Pulau Obi di Maluku Utara, dan Pulau Gag di Kepulauan Raja Ampat.

Sejauh ini nampaknya penambangan nikel yang disertai pembangunan smelter di daerah-daerah itu sudah mengikuti prosedur perlindungan lingkungan yang benar. Jadi apa yang dimaksud WALHI sebagai pelanggaran hukum dalam penambangan nikel?

Tapi kalaupun WALHI menemukan adanya persoalan, ya sampaikanlah kepada publik. Dengan bukti-bukti yang kuat. Kalau saat ini masih ada kekurangan di sana-sini, ya kita perbaiki bersama. Sikap WALHI terkesan memusuhi industry nikel dan mobil listrik.

Padahal investasi nikel dan mobil listrik itu membawa efek positif bagi rakyat Indonesia. Itu akan menciptakan ribuan lapangan kerja dan memberi pemasukan pajak kepada negara. Apalagi mobil listrik justru adalah salah satu upaya menyelamatkan dunia dari bencana lingkungan

Mobil listrik dianggap sebagai kendaraan yang lebih ramah lingkungan daripada mobil berbahan bakar fosil. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Menurut data BKPM, Indonesia memiliki 30% cadangan nikel dunia, yaitu sebesar 21 juta ton.

Untuk menjaga nilai tambah, pemerintah bahkan sudah melarang ekspor bijih nikel yang belum diolah mulai tahun 2020. Nikel adalah komponen penting dalam produksi baterai kendaraan listrik. Permintaan terhadap energi listrik akan meningkat ke depan.

Diperkirakan pada 2019 ini terdapat 3 juta unit kendaraan listrik di pasar kendaraan listrik global. Pada 2030, jumlahnya akan mencapai sekitar 27 juta unit. Artinya ada kenaikan sembilan kali lipat dalam 11 tahun mendatang. Di Indonesia juga akan berlangsung pertumbuhan serupa

Ditargetkan pada 2025, jumlah mobil listrik di Indonesia mencapai 400 ribu unit.

Sepuluh tahun kemudian, pada 2035, jumlahnya akan mencapai 5,7 juta unit. Artinya lagi, akan ada peningkatan luar biasa bagi permintaan baterei kendaraan listrik. Dan dengan sendirinya peningkatan permintaan akan nikel. Tesla bukan perusahaan asing pertama yang tertarik berinvestasi di Indonesia.

Investor asing yang juga tertarik dengan Indonesia adalah LG Energy Solution. Mereka sudah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah terkait proyek pabrik baterai kendaraan listrik.

Pada akhir tahun 2020, perusahaan tersebut berkomitmen untuk berinvestasi di industri baterai dari hulu hingga hilir. Nilai investasinya mencapai 9,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp142 triliun. Investor lain yang berencana berinvestasi adalah Contemporary Amperex Technology

Perusahaan tersebut berencana berinvestasi 5 miliar dolar AS atau setara Rp70 triliun untuk pembangunan pabrik baterai litium di Indonesia. Jadi industry nikel dan mobil listrik ini akan menjadi primadona Indonesia.

Dampak buruk yang mungkin muncul dari industri nikel bisa dicegah dengan disiapkan rencana matang sebelumnya. Bukan investasinya yang dimusuhi. Jangan ada lagi pemikiran untuk memilih antara ekonomi dan lingkungan. Ekonomi dan lingkungan bisa berjalan beriringan.

Yang terpenting siapapun yang beroperasi di Indonesia harus mengikuti standard perlindungan lingkungan yang tinggi. Terkait Tesla, Elon sendiri dikenal sebagai pengusaha yang peduli dengan lingkungan. Ia pada 2020 mendesak industri pertambangan untuk memproduksi lebih banyak nikel dengan cara yang peka terhadap lingkungan.

Jadi kalau Elon sampai masuk ke Indonesia, itu justru adalah kabar baik. Ini yang menyebabkan pemerintahan di masa Jokowi serius berkomunikasi dengan Elon dalam dua tahun terakhir. Negosiasi intensif untuk merumuskan berbagai hal terkait investasi sudah dilakukan .

Tim dari Tesla sudah datang ke Indonesia, termasuk mengunjungi beberapa pabrik pengolahan nikel. Kerjasama dengan Elon bukan saja terkait pembukaan pabrik. Melainkan secara lebih luas mencakup pengembangan investasi, teknologi dan inovasi.

Elon diperkirakan akan datang ke Indonesia pada November tahun ini. Dia diundang untuk hadir di forum bisnis B20 yang diadakan bersamaan dengan pertemuan G20. Jadi Elon dan Tesla serius akan berinvestasi di Indonesia. Pertanyaannya, kenapa tiba-tiba saja WALHI meminta Elon tidak berinvestasi di Indonesia? Sampai-sampai menyerukan boikot? Maaf kalau saya terpaksa bertanya: adakah pihak-pihak tertentu di belakang aksi WALHI?