Skandal Rachel Vennya dalam Kemelut Covid

195
foto dok. CNN Indonesia

Jakarta, CSW – Kasus selebgram Rachel Vennya memberi pelajaran penting tentang perang melawan Covid-19. Dia dikabarkan dengan lihai bisa menghindari kewajiban untuk menjalani karantina kesehatan bagi setiap warga yang baru datang dari luar negeri.

Dia kemudian diketahui justru bisa berangkat lagi ke Bali yang di mana seharusnya dia tidak bisa terbang ke sana, dikarenakan terlihat di aplikasi PeduliLindungi sejarahnya belum beres.

Dan tujuannya Rachel ke Bali untuk merayakan ulang tahunnya dan dia membawa anak-anaknya juga.

Untuk bisa lepas dari kewajiban karantina, ia diduga dibantu oknum TNI. Untuk bisa membawa kedua anaknya yang masih kecil untuk ikut bersamanya ke Bali, ia juga dibantu travel agent dan maskapai penerbangan yang ia gunakan.

Kasus Rachel adalah contoh bagaimana seorang selebgram muda yang terkenal dan dikagumi jutaan penggemarnya dengan sengaja mengabaikan aturan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ia memberikan contoh yang buruk. Perang melawan Covid-19 hanya bisa berhasil kalau semua pihak bekerjasama.

Rachel dengan sengaja mengabaikan itu dan melibatkan sejumlah pihak untuk membantunya. Soal kabur dari karantina ini sebenarnya ada dua versi cerita. Yang banyak beredar adalah kabar bahwa ia kabur dari karantina di Wisma Atlet Pademangan setelah tiga hari berada di sana.

Jadi, pada 16 September begitu tiba dari Amerika Serikat, ia sebenarnya sempat dikarantina. Baru pada hari ketiga, ia kabur.

Namun dalam wawancara dengan YouTuber Boy William, Rachel bercerita lain. Dia bilang, sepulangnya dari Amerika Serikat pada 16 September, dia tidak pernah dikarantina.

Dengan kata lain, setibanya dari Amerika Serikat dia langsung pulang ke rumah. Artinya, dia berhasil dong melewati pemeriksaan ketat di bandara untuk tidak berangkat ke karantina.

Kemudian pada 25 September, ia bersama kedua anaknya berangkat ke Bali. Banyak pihak menduga aksi nekat itu dilakukan untuk merayakan pesta ulang tahun ke-26 di Bali. Foto-foto perayaan ulang tahun Rachel yang mewah bersama kawan-kawan dan keluarganya diposting di Instagram Rachel sendiri.

Untuk menjalani aksinya ini, Rachel tidak bekerja sendirian. Untuk menghindari kewajiban karantina, Rachel dibantu seorang anggota TNI, berinisial FS, yang berada di Pengamanan Satgas di Bandara

Dialah yang memuluskan pelarian Rachel. FS sudah diperiksa dan sudah dikembalikan ke satuan tugas aslinya. Ia mengaku tidak mendapat imbalan apa-apa dari Rachel.

Jadi kenapa dia bersedia membantu Rachel menghindari kewajiban karantina?

Sampai sekarang jawabannya juga belum jelas. Selain itu Rachel juga dibantu untuk bisa membawa kedua anaknya ke Bali dengan menggunakan pesawat terbang.

Kedua anaknya masih kecil, yang sebenarnya belum boleh naik pesawat terbang. Untuk yang satu ini, menurut Rachel, dia dibantu petugas travel agent dan maskapai penerbangan.

Apakah Rachel memberi imbalan kepada kedua pihak itu? Sampai sekarang jawabannya pun belum jelas.

Tindakan Rachel ini menjadi semakin heboh ketika dikomentari artis kontroversial, Nikita Mirzani. Nikita bahkan menulis di Instagtramnya bahwa Rachel bukan pertama kalinya kabur dari karantina usai pulang dari luar negeri.

Menurut Nikita, Rachel berjalan-jalan ke luar negeri selalu bersama sang kekasih. Yang pertama ke Dubai. Yang kedua ke Amerika Serikat. Nikita bahkan berharap Rachel perlu dipenjara.

Apa yang dilakukan Rachel jelas tidak pantas. Dan ini semakin bermasalah karena Rachel adalah sosok yang dikagumi dan mungkin sekali dijadikan panutan. Dia adalah selebgram yang tidak berlatar belakang sebagai penyanyi, model, bintang sinetron, atau bintang film.

Jadi, jalan popularitasnya memang unik. Dia memulai perjalanan kariernya dari nol. Dia semula dikenal sebagai penata rias dan kemudian mulai mempromosikan produk kecantikan.

Publik terutama mengenalnya di saat ia berpacaran dengan musisi Niko Al- Hakim pada 2017 yang jalan ceritanya seperti fairy tale. Dan akhirnya mereka menikah.

Pernikahan Rachel dan Niko menarik perhatian orang karena mereka menyelenggarakan pernikahan mewah seperti negeri dongeng. Setelah itu popularitas Rachel terus melesat

Walau sudah dikaruniai dua buah hati yang lucu, Rachel dan Niko bercerai pada Februari 2021. Rachel juga kemudian melepas jilbabnya.

Hilangnya sang suami tidak membuat hidup Rachel berantakan. Rachel memiliki 6,7 juta followers di media sosial Instagramnya.

Kekayaan Rachel terus berlipat karena ia memberi endorsement terhadap produk berbagai perusahaan, baik di level UMKM ataupun yang ternama.

Ia juga membangun sederet usaha yang ia bangun sendiri, baik di bidang kecantikan, fashion, hingga kuliner.

Tarifnya sebagai selebgram sangat tinggi. Untuk Instagram story, harga yang ia tetapkan Rp12 juta per story. Untuk Instagram photo Rp45 juta per foto. Untuk Insatgram Reels 80 juta per video. Untuk TikTok Rp60 juta per video. Untuk YouTube Rp150 juta.

Dia juga menyelesaikan studi S1-nya di London School of Public Relations. Bahkan dikabarkan ia juga melanjutkan pendidikan S2 di tempat yang sama.

Jadi terlihat ya dengan harga yang diberikan. Rachel adalah selebgram yang diidolakan banyak anak muda sehingga mempunyai pengaruh yang sangat besar.

Tidak berlebihan untuk mengatakan ia mempunyai daya pengaruh tinggi terhadap mereka dalam berbagai aspek kehidupan.

Baik dalam cara berpakaian, makanan, gaya hidup, hobi, dan aktivitas sehari-hari. Rachel adalah tokoh yang diidolakan masyarakat. Apapun yang ia lakukan bisa ditiru oleh jutaan followersnya. Rachel memang sejauh ini tidak dikabarkan mengidap Covid-19.

Namun itu bukan alasan baginya untuk tidak menjalani karantina. Pemerintah Indonesia mewajibkan siapapun yang baru datang dari luar negeri untuk menjalani karantina selama lima hari.

Setelah lima hari, ia akan diperiksa. Bila ternyata ia sehat, dia bisa meninggalkan karantina. Ini bukan peraturan yang mengada-ada.

Perang melawan Covid-19 hanya bisa berhasil dengan mencegah penularan.

Dan salah satu langkah penularan yang penting adalah dengan memastikan bahwa mereka yang berada di ruang publik adalah orang-orang yang tidak membawa virus corona di tubuhnya.

Kalaupun itu memang terkesan mempersulit ruang gerak, itu harus dilakukan demi kepentingan bersama.

Rachel sudah meminta maaf dan menyatakan siap menjalani hukuman yang akan diberikan. Rachel akan mulai diperiksa polisi pada 21 Oktober ini.

Rachel terancam hukuman pidana penjara maksimal 6 bulan dan denda Rp100 juta karena melanggar UU Wabah dan UU Karantina.

Mudah-mudahan kasus serupa tidak terulang. Mudah-mudahan para artis, selebgram, dan tokoh-tokoh muda lainnya tidak mengikuti jalan Rachel.